FOGI SANG KATAK PENYENDIRI

Dahulu kala hiduplah seekor katak bernama Fogi, dia dikenal sangat penakut, suka menyendiri, memilih untuk hidup dipinggiran kolam dan mengasingkan diri dari lingkungan sekitarnya. Walau hidup sendiri dan tidak memiliki teman hal itu tidak terasa untuk Fogi karena Kolam yang ditinggali oleh Fogi sangatlah indah, memiliki air kolam yang jernih dan makanan yang berlimpah, hal ini lah yang membuat Fogi merasa nyaman walau hidup sendiri dia masih merasa nyaman. Kesendirian Fogi dilaluinya tanpa masalah, dia tidak menghiraukan pendapat para penduduk sekitar kolam, berkelompok menurutnya hanya membuat dia lelah, berteman dengan akrab pun menurutnya hanyalah menyusahkan dan yang terpenting Fogi memiliki ketakutan untuk berhubungan dengan hewan lain. Dalam pikiran Fogi “hidup sendiri di kolam yang seperti surga ini sudah cukup. Dia memiliki kedamaian tersendiri dan didalam benaknya tidak pernah terpikir bahwa kolam tersebut akan hancur dan menghilang,”.

Tidak semua penduduk kolam tidak peduli melihat Fogi yang selalu menyendiri di pinggiran kolam, banyak orang yang mencoba memulai hubungan dengan Fogi tetapi Fogi hanya menanggapi secukupnya dan selalu menghindar bila diajak oleh para penduduk. Kenyamanan dan kesuburan yang di tawarkan oleh kolam sudah lah cukup untuk Fogi, sampai Suatu hari musim kemarau yang panjang pun tiba dan semakin lama kolam yang ditempati Fogi pun menyurut, tumbuhan-tumbuhan disekitarnya mengering. Beberapa penduduk mulai pergi secara berkelompok mencari tempat lainn yang bisa ditinggali sedangkan Fogi terus berharap bahwa hujan akan turun sampai akhirnya kolam yang ditinggal Fogi itu kosong tanpa air. Fogi sangat ketakutan, dia mulai berpikir untuk mencari kolam baru untuk melanjutkan hidupnya dan dimulailah perjalanan si Fogi untuk mencari tempat baru. Fogi pergi meninggalkan kolam dengan langkah yang berat. Fogi melangkah meninggalkan kolam memasuki hutan demi hutan, tidak memiliki tempat berlindung, kelaparan,terkadang Fogi menangis, hutan memang bukan tempat yang bersahabat untuk seorang katak kecil. Fogi terus melangkah, ketika dia berjalan cukup jauh dia bertemu seekor ular bernama Viper, Fogy pun berhenti dan ingin bertanya kepada si Viper,

Fogi bertanya “hai ular apakah ada sebuah kolam di dekat sini yang bisa aku tinggali, bisakah,” belum sempat Fogi melanjutkan bicara tiba-tiba Viper langsung menerjang Fogi,

“Hei tunggu kenapa kau menyerangku ular,” teriak Fogi sambil berlari,

Viper terus mengejar dan tertawa “hahaaha apa kau bodoh! saya adalah ular mustahil melepaskan mu, kau adalah makananku,” seketika Fogi menangis melihat wajah menakutkan si viper, dia berlari menghindari terjangan sang ular sambil menangis. Ketenangan kolam dan kesendirian Fogi membuat Fogi tidak mengetahui bahwa ia merupakan makanan sang ular. Dia menangis dia sadar dan berpikir “bahwa banyak sekali yang belum dia ketahui. Dia harus lebih berhati-hati butuh pengetahuan untuk hidup di hutan yang luas ini dan ada hewan yang jahat yang bisa memakan Fogi,”.

Fogi akhirnya selamat dari Kejaran sang ular, dia memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mencari kolam yang bisa dia tinggali, dia berharap memiliki teman seperjuangan untuk melanjutkan langkahnya mencari kolam yang bisa dia tinggali, Dalam perjalanan dia bertemu dengan si Siput, Siput terlihat Lemah dan tidak mengetahui apa-apa. Fogi berjalan melewati siput tanpa menoleh, terdengar suara pelan memanggil Fogi. Fogi menengok kebelakang dan melihat Siput Seakan yang tidak berdaya, hal ini mengingatkan perjalanan Fogi ketika pertama meningalkan kolam. hal ini meninmbulkan rasa iba, Fogi berhenti dan menghampiri Siput,

“Hei kodok kau mau kemana? boleh kah aku ikut,” tanya Siput.
Fogi menjawab “Aku mau pergi mencari kolam yang bisa aku tinggali,”.
“Boleh aku ikut ? boleh ya,”, tanya Siput.
“Seterah tapi coba lah mengimbangi jalan ku,” jawab Fogi.

Fogi pun melanjutkan perjalanan. dalam perjalanan dengan siput selalu tertinggal dari Fogi tetapi dengan semangat Siput mengejar Fogi yang menunggunya dengan sedikit kesal sambil mengatakan “Fogi tunggu aku, aku akan sampai sebentar lagi,”. Setelah Siput sampai dia selalu bercerita tentang kehidupannya, kondisi hutan yang dilewatinya dan selalu menanyakan Fogi bagaimana keadaannya. waktu terus berlalu Fogi merasa sedikit terganggu dan resah karena dia belum menemukan kolam yang bisa dia tempati, apalagi mendengar Siput selalu berbicara menceritakan kehidupannya, perjalanan yang dilalui dan menanyakan kehidupan Fogi sebelum melakukan perjalanan mencari kolam.

kedekatan Fogi dan siput lama kelamaan terjalin, Fogi yang selalu memarahi siput dan Siput yang selalu tersenyum karena memiliki teman baru. suatu pagi Fogi termenung dia memikirkan kehidupanya dulu di kolam, rasa sesal muncul dalam hati Fogi, dia menyadari dirinya takut membuka diri terhadap hewan hewan lain, dia merasa bahwa dirinya sendiri sudah cukup, tidak perlu mengetahui hal yang terjadi disekitarnya. Siput datang melihat muka sedih Fogi dan berkata

“Fogi tenang saja kita akan sampai ke tempat yang kau mau, aku akan menemanimu,” kata siput.

Fogi melihat muka Siput yang tersenyum tetapi karna Fogi yang tidak terbiasa dengan perlakuan siput  dalam hati Fogi yang ingin rasanya memarahi dunia ini tentang apa yang terjadi pada dirinya. Entah mengapa tiba-tiba Fogi terlihat marah dan kesal terhadap Siput.

Fogi langsung berkata, “lebih baik kau diam saja, aku tidak bisa menemukan kolam karena dirimu kau begitu lambat, suka bercerita tentang hidupmu dan selalu menanyakan hal-hal aneh terhadap ku,” terlihat muka marah dari Fogi.

Siput terkejut dan hanya diam,

Fogi melanjutkan perkataannya “jika kau memang ingin aku cepat sampai dan menemukan kolam. biarkan aku meningalkanmu dan berjalan sendiri mencari kolam,”.

Fogi pun berjalan dan meninggalkan siput sendiri, dalam hati Fogi terbesit penyesalan yang biasa terjadi setelah amarah ingin rasanya Fogi menarik perkataannya dan meminta maaf tetapi Ego yang dimiliki Fogi ternyata lebih besar dari pada sebuah kata “Maaf,”.

Perjalanan Fogi terus berlanjut, tetapi ada yang berbeda tidak ada lagi suara peringang sang siput, kekonyolan sang siput dan raut muka lelah siput yang mengejar Fogi. Setiap malam tiba Fogi selalu merasa tidak nyaman memikirkan keadaanya yang sendirian di dalam hutan terkadang terdengar suara-suara aneh, gerak gerik mahkluk hutan lain yang mencurigakan dan kondisi malam yang selalu membuat hati Fogi was-was dia sangat khawatir terlebih pengalamannya bertemu dengan Viper sang ular. Tetapi yang lebih dia khawatirkan adalah kesendirian yang harus dia alami semenjak Siput tidak ada lagi bersamanya, dia selalu memikirkan Siput sampai pernah Fogi menunggu seharian berharap Siput datang dengan muka lelahnya dan mengatakan hal yang selalu dia katakan “Fogi tunggu aku, aku akan sampai sebentar lagi,” dan setelah sampai Siput akan selalu membicarakan hal-hal yang menurut Fogi sangatlah aneh. Dalam diam Fogi mengetahui “butuh teman untuk hidup di tempat ini, walaupun Siput memiliki banyak kekurangan tetapi hanya Siputlah yang bisa selalu terlihat riang didepan Fogi dan menemaninya,”.

Pagi pun datang kembali, kicauan burung menjadi pertanda untuk Fogi melanjutkan perjalanannya dan setelah lama Fogi melangkah dia melihat sebuah kolam yang tak kalah indah dari kolam yang ditempati Fogi sebelumnya. Fogi melompat dengan cepat menuju Kolam dan menyeburkan dirinya didalam kolam dia menikmati air di dalam kolam tersebut dengan hati yang sangat bahagia. Setelah selesai menyemburkan diri di kolam Fogi mulai mencari tempat yang bisa dia tinggali di sekitar kolam, Fogi mencoba mengakrabkan dirinya dengan penduduk hewan yang sudah tinggal disana tetapi respon yang diberikan terhadap Fogi bermacam macam, ada yang membalasnya, ada yang hanya menatapnya, ada yang memberikan sindiran terhadap Fogi dan ada yang terlihat acuh menatap fogi mengingatkanya terhadap dirinya di masa lalu.

Hari terus berlalu Fogi sudah mulai berbaur dan berkelompok dengan hewan-hewan disekitar kolam, disana Fogi bertemu bermacam-macam hewan yang memiliki sifat yang baik, jahat, curang, kurang ajar, cuek dll. Fogi masih tidak tau harus bersifat seperti apa kepada mereka semua dirinya merasa tertekan untuk menyesuaikan dirinya pada lingkungannya yang baru. Fogy pun selalu mecoba mendapatkan teman di kolam barunya tapi itu adalah hal sulit, karna Fogi tak terbiasa dengan lingkungan lain dia pun berakhir sendiri kembali tanpa memiliki teman. Sampai pada suatu hari Fogi melihat Siput datang di kolam tersebut, Fogi sangatlah senang dia meminta maaf terhadap tingkah lakunya yang meninggalkan Siput dengan pelan. Dia mengatakan

“Siput maafkan aku seharusnya aku tidak meninggalkanmu, aku mohon maaf siput,”

Siput pun hanya terdiam menatap Fogi

“Jauh sebelum aku bertemu dengan mu Fogi aku sendirian, aku merasakan ketakutan tetapi aku masih memiliki cangkang yang bisa melindungiku dan saat aku melihat mu Fogi kau terlihat sangatlah lelah, raut wajahmu sangatlah sedih, dan aku tau kau merasakan kesendirian yang telah aku alami, jadi aku menghampirimu mencoba menghiburmu dan menemanimu,” Jawab Siput

Fogi pun terdiam dia tidak tau bahwa sesungguhnya Siput mencoba menghiburnya dibalik perkataan kasar yang di berikan kepada Siput. Tanpa kata Fogi pun langsung mengajak Siput ketempatnya untuk beristirahat dan mengucapkan permintaan maaf dan rasa terima kasihnya terhadap Siput. Dan saat siput tertidur, Fogi pun terlamun dalam pikirannya dia menyadari “bahwa dirinya dulu terlalu takut dan selalu merasa bahwa Hewan-hewan lain hanya akan menyulitkannya, hal ini yang membuat dirinya tenggelam dalam kesepiannya dan ketidaktahuannya, terjebak didalam keadaan yang menipu dirinya dan kebahagiann yang sementara yang mengantarkannya dalam Ketidaktahuaan,”.

Jakarta, 14 November 2017

Advertisements

3 thoughts on “FOGI SANG KATAK PENYENDIRI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close