Andri, Sella dan Risa

”Sorot lampu ini kembali menyinariku, Musim hujan di bulan November yang selalu membasahi kulit ku, walapun ini tidak berlaku untuk jiwaku,.

Kata-kata ini selalu dipikiran Andri. Setiap dia mengendari mobilnya menuju rumahnya, menghadapi sesaknya ibu kota. Andri melalui kehidupannya seperti ini. Bahkan setelah pertemuannya dengan doni hanya sesaat Rasa bahagia yang dimiliki andri. Walau pertemuan tersebut diakhiri oleh keheningan di antara mereka.

Andri seorang manejer di ibu kota, memiliki jabatan yang hanya di punya segelintir orang membuatnya memiliki tanggung jawab yang besar walaupun hal ini membuat dia harus berpisah dengan keluarganya. Yah pernikahannya telah berakhir, wanita yang menemaninya pergi membawa sang buah hati.

Pagi ini seperti biasa suara alarm membangunkan Andri disambung dengan segala macam pikirannya. Dia kembali menuju tempat yang akan membuatnya melupakan kesedihannya. Andri menjalani kehidupannya di kantor dengan baik, memiliki wajah kece dan penghasilan yang besar membuatnya mudah dalam mencari wanita. Walau terkadang gonggongan dari karyawannya terdengar di kupingnya mengatakan keluarganya yang berantakan. Tetapi hal ttu sudah tidak membuatnya bersedih kembali. Bukan karena dia tidak memiliki hati, tapi karena jiwanya telah mengering. kesedihannya terlalu besar dari gonggongan-gonggongan yang dia terima. Seperti orang yang tenggelam dalam lautan yang memiliki kedalaman 100M, jika itu bertambah 100M lagi apakah itu berbeda!! Tidak dia tetap tenggelam.

November telah berakhir, Desember datang menggantinya dengan memberikan hari libur diawal kehadirannya yang telah dinanti Andri. yah Andri pun memutuskan untuk berlibur ke suatu desa. di desa ini Andri akan menemui Anaknya. Setelah berkali-kali menghubungi mantan Istrinya. Akhirnya Andri dapat melihat Anaknya kembali.

Rumah sang mantan

“Permisi, Sella. Tok..tok..tok,” panggil Andri

Lalu seorang perempuan pun membuka pintu dengan rambut yang terurai, wajah cantik yang menghiasi kebahagian Andri dimasa lalu dengan tubuh yang menemaninya saat terlelap di ranjang istirahatnya, menatapnya membuat Andri terdiam tapi sapaan pun keluar dari mulut Andri.

“hallo Sel,”. sapa Andri

“silahkan masuk Ndri, anak-anak sudah menunggu,” Jawab Sella

“Ayah,”, teriak sesosok gadis kecil sambil memegang boneka beruang.

“Risa,” teriak lah Andri. untuk sekian lamanya dalam dirinya dia merasa hidup kembali, melihat gadis cilik yang tersenyum lebar. air mata Andri pun terjatuh.

“ayah mau ajak risa jalan-jalan kan, ayah jangan nangis,” tanya Risa

“iya nak ayah akan ajak kamu liburan untuk 2 hari ini. sel makasih sudah merawat risa dengan baik,”, Tutur Andri

Sella hanya menatap mantan suaminya, setelah pertengkaran yang mereka berdua lalui. terbayang kembali kejadian suka-duka yang mereka alami dan keadaan yang harus mereka berdua terima hanya karena mempertahankan ego mereka masing-masing.

“Iya, Ndri, sudah kamu ajak jalan jalan Risa. minggu kamu bawa dia kesini lagi ya,” kata Sella.

”Baik Sell,”.

Andri membawa koper Risa yang telah disiapkan, mengajaknya untuk berlibur di sebuah hotel yang telah Andri sewa untuk berlibur.

Hotel penginapan

Sesampainya di penginapan Risa tersenyum melihat indahnya pemandangan di sekitar penginapan tersebut. Penginapan tersebut merupakan sebuah hotel yang terletak di pegunungan, menyajikan pemandangan pegunungan dan tempat tempat wisata yang menarik. Mereka pun memasuki penginapan tersebut dan beristirahat. Keesok harinya merupakan hari yang bahagia bagi Andri, karena dapat berbagi canda dan tawanya kepada gadis kecilnya. Mereka berdua berkeliling di tempat wisata tersebut terkadang Risa tertidur seperti layaknya anak berumur 5 tahun lainnya dan ketika terbangun Andri dengan senantiasa menemaninya dan memenuhi setiap hal yang di inginkan oleh Risa. Sampai waktu memaksa nya mengakhiri kebahagian ini dan kembali ke tempat penginapan mereka.

 Hari minggu yang sangat tidak dinantikan pun telah tiba, kebahagian mereka berdua berlalu dengan cepat. Risa yang mengetahui bahwa ia akan berpisah kembali dengan Ayahnya pun bertanya.

“Ayah, apakah Ayah akan pergi lagi?,” Tanya Risa

“Iya, nak keadaan sudah seperti ini Ayah tidak bisa lagi tinggal bersama Ibu mu,” Tutur Andri

“Apakah ayah tidak bisa saling memafkan? Apakah pekerjaan itu lebih penting dari Risa? Risa selalu memafkan orang yang menyakiti Risa,”. kata Risa

Andri terdiam dan berkata “bukan seperti itu Risa, tolong maafkan Ayah,”.

“Ayah egois, Risa hanya ingin Ayah dan Ibu kembali. Risa ingin seperti teman-teman Risa,” teriak risa.

Tiba tiba risa mengeluarkan air matanya.

“Risa jangan menangis,” tutur Andri

“Apakah Ayah tau Ibu menangis memikirkan Ayah. Kenapa kalian berdua saling menyakiti?? Ayah menangis saat melihat ku kemarin bukankah Ayah juga merindukan Ibu dan Risa,” Kata Risa

mendengar perkataan Risa membuat Andri terdiam dia tidak tau harus mengatakan apa.

“Ayah, Risa mohon tinggal lah kembali bersama Ibu dan Risa,”. kata Risa

Mendengar ini, Andri hanya memeluknya dan mencoba menenangkannya, tak lama kemudian Andri Mengantar Risa masuk kedalam mobilnya menuju rumah mantan istrinya.

Didalam perjalanan risa tertidur lelap, Andri menatapnya sepanjang perjalanan memikirkan kenapa ini harus terjadi dalam hatinya dia juga menginginkan Risa mendapatkan kasih sayang dari dirinya dan Sella.

Sesampainya dirumah sang mantan istri. Risa yang sudah terbangun langsung berlari meninggalkan Andri, Menyisahkan rasa sakit yang mendalam bagi Andri melihat malaikat kecilnya meninggalkan dirinya.

Sella pun bertanya kepada Andri.

“Ndri, Risa kenapa?,”

Andri hanya terdiam.

Dan mengatakan ” Dia ingin kita kembali seperti dulu,” ujar Andri.

Sella kaget mendengarnya, dia hanya menatap Andri.

“Sell,tidak bisa kah kita kembali seperti dulu. Bukan untuk ku tapi untuk Risa,”.

“maaf Ndri, ini sudah keputusan kita,” jawab Sella terbata-bata.

“Aku tidak bisa Sell, aku harap kita kembali,”. Pergilah Andri meninggalkan sella.

Dalam perjalanan teringatlah Andri akan semua kenangan yang dia lalui bersama Sella dan Risa. Dia berhenti sejenak di suatu tempat, duduk sambil membakar rokok kretek kesukaannya. Lalu tiba tiba seorang Kakek Tua menghampirinya

“Kamu andri,” kata Kakek itu

“Pak Sugeng, duduk Pak sudah lama tak bertemu,”

Pak Sugeng merupakan guru mengaji Andri saat masih kecil.

“Bapak sedang apa disini,” tanya Andri

“Jalan-jalan saja ndri,”. Jawab Pak Sugeng

“Bapak dengar kamu sudah punya anak dan berkeluarga, kamu kok sendririan. Bapak liat kayanya kamu ada masalah ya?,”

Andri yang mendengarnya pun terdiam.

Dan berkata “Aku sudah bercerai Pak Sugeng, aku sudah tidak tau lagi harus berbuat apa?,”

“Kau bingung sekali, bukan kah kau memang tidak melakukan apa-apa. Kesedihan itu ada karena kau tidak melakukan apapun. jika kau ingin kembali maka berusahalah andri, apakah kau ingin terus seperti ini. bapak sudah mengalami banyak sekali penyesalan dan itu tetap bapak pikirkan sampai sekarang. waktu akan terus berjalan, sesedih apapun itu, sesulit apapun itu, kau akan melaluinya karena itu lah waktu dia tak pernah menunggu apapun,”.

“lalu apa yang harus kulakukan,”, tanya Andri

“Jawabannya mudah Ndri, lakukanlah hal yang tidak membuatmu menyesal. jika kau ingin kembali, maka kembalilah bersama keluargamu. Jika kau ingin tetap seperti ini maka tersenyumlah ini bukan akhir. tidak ada perjalanan yang benar benar selesai dalam dunia yang semu ini,”.

“Tapi, itu tidak mudah Pak Sugeng, kami sudah bercerai. aku sudah mengatakan kepada mantan istri ku untuk kembali tapi dia menolakku,”, tutur Andri

“lalu apa yang salah dengan berjuang? di bandingkan dengan kesepian yang kau alami mana yang lebih menyakitkan, setidaknya kau mengatakanya, setidaknya kau mencoba memperbaikinya,jangan biarkan egomu menang, kau pasti mengerti yang kau cari saat ini hanyalah keutuhan keluarga mu kembali. maka kembalilah temui istri dan anakmu,” jawab Pak Sugeng

Andri terdiam mendengar ucapan pak sugeng, pikirannya saat ini sangatlah kacau sambil mengisap rokoknya Andri menatap Pak Sugeng, Andri Berkata,

“Aku akan melakukan, aku tak akan menunggu lagi,”

Kata-kata itu pun mengakhiri obrolanya dengan Pak Sugeng. Andri pergi meningalkan Pak Sugeng sambil mengucapkan terima kasih.

Dalam perjalan Andri, memikirkan Risa dan Sella. Andri tidak kembali kerumahnya tapi kembali kerumah Sella. dia ingin mengatakan sesuatu kepada Risa dan Sella. sesampainya dirumah Sella, Andri mengetuk pintu rumah Sella.

“Tok tok tok Sella , Risaa. maafkan aku. aku ingin kita bertiga bersama kembali, aku ingin kita kembali. Risaa, Sella,”. teriak Andri

“cukup Ndri,”, terdengar suara Sella.

pintu rumah Sella membuka pintu. terlihat wajah Sella meneteskan air mata sambil memegang tangan Risa.

“Sella, aku ingin kita kembali,”. tutur Andri.

“Kau selalu seperti ini Ndri, aku tau tapi ini tidak mudah untuk ku Ndri,” jawab Sella

“Ini memang tidak mudah, aku kesepian tanpa kalian berdua. aku akan berhenti bekerja dan mencari tempat kerja lain. jadi kembali lah,”. Andri memegang tangan Sella.

“Aku sudah mengatakannya, aku tak akan kembali bersama mu,”. jawab Sella sambil meneteskan air mata.

Andri hanya terdiam, dan mengatakan

“aku akan terus kembali, setiap aku memiliki waktu aku akan kembali kerumah ini. Jiwa ku kosong tanpa kalian berdua, mimpiku hancur tanpa kalian berdua. jika kau menolak ku aku akan tetap kembali. aku tak akan membiarkan jiwa ku mengering tanpa adanya kalian,”

Risa memeluk Andri, Sella menatapnya mereka berdua teringat kembali suka duka yang dia lalui bersama Andri, Sella tau ini kesalahan mereka berdua.

” Kembalilah sebanyak yang kau mau ndri,”

 ” ya, aku akan kembali, lagi dan lagi sampai kau bersedia untuk kembali bersama ku,”

Sejak saat itu Andri selalu berkunjung menemui Sella dan Risa. Lambat laun keakraban yang dulu mereka bertiga rasakan mulai tumbuh kembali, Andri selalu berdoa tuhan akan menyatukan keluarga kecilnya kembali. tetapi “seperti Andri yang sekarang memiliki rencana untuk menyatukan keluarganya. kehidupan pun selalu mempunyai rencana untuk Andri?,”.

Jakarta, 3 Desember 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close