Kesedihan yang Kumiliki

Sedang apa Aku disini,

Apa yang kulakukan,

Haah!, aku tak  melakukan apapun,

Dan tak mau melakukan apapun,

Lagi…

Kata-kata ini terlintas dipikiran Joni, semenjak dirinya pergi meninggalkan ibu kota untuk menyendiri. Ditemani segelas kopi panas dan sebatang rokok lamunan Joni tak pernah berhenti memikirkan masa lalunya. Joni pengusaha sukses yang memilih untuk bersembunyi, jatuh kedalam sebuah pelarian yang dia sendiri tidak tau kenapa dia ada disini, memilih hidup menyendiri.

Joni adalah seorang pengusaha di ibu kota, dia memiliki kemawahan yang hanya di miliki segelintir orang. memakai pakaian bagus, nongkrong di cafe Terkenal dan menghabiskan uang kesana-kemari itu adalah hal biasa yang Joni lakukan. walau hidup dalam kemewahan, hal itu tidak membuat Joni menjadi sombong, dia tetap memiliki sifat baik hati yang ditanam oleh kedua orang tuanya sejak kecil. walaupun saat ini orang tua Joni sudah kembali bersama tuhan. Yah orang tua joni meninggal akibat perampokan yang terjadi dirumahnya, setelah pemakaman kedua orang tuanya  Joni tak kuasa menahan kesedihannya. Memilih pergi meninggalkan ibu kota, lari dari keramaian dan semua hal yang telah mengikatnya. Kebahagiaan yang Joni miliki hilang seketika, meninggalkan kenangan yang terus melukai Joni setiap malam.

Pergi meninggalkan kemewahan yang pernah dia rasakan dan kehilangan kedua orang yang sangat Joni cintai, membuat dia bersandar kepada Tuhan. Di Pondok ini Joni selalu mendoakan kedua orang tuanya. Hari demi hari Joni lalui di Pondok ini dengan  berdoa, lalu menguatkan diri, menangis dalam doa, tertidur dan terbangun lagi. tuhan menguatkan Joni dari kesedihannya, tapi ada saatnya ketika Joni ingin pergi dan menikmati kesedihan ini.

Berdoa dan Berdoa itu yang dilakukan Joni, Tuhan selalu mendengar doa yang diucapkan Joni, walau terkadang Joni tak yakin atas doa yang diucapkan. Sudah hampir 1 tahun Joni Tinggal di Pondok ini. Dulu Joni Berdoa dengan penuh penghayatan, memohon dengan sangat agar ia bisa keluar dari keadaan ini. tetapi lambat-laun Doa-doa yang Joni panjatkan sangatlah hampa. Dia berdoa tanpa ada harapan didalam hati, melupakan nilai-nilai doa yang dia panjatkan. Tetapi tuhan selalu mendengar doa yang diucapkan Joni.


—-

Pagi telah datang, tapi ada yang berbeda di lihat dari kejauhan sesosok gadis berambut panjang dengan muka tertunduk datang di Pondok. Gadis itu bernama Jenny, saat itu ketika joni melihat Jenny ada perasaan mulai tumbuh saat senyum Jenny muncul dari wajahnya yang kecil. Joni lelaki berumur 25 Tahun ini terbayang-bayang oleh senyuman Jenni, Gadis manis yang telah merebut hatinya pada pandangan pertama. walau Joni tau Jenni adalah anak dari pemiliki Pondok ini yaitu Bapak Imam.

Memandangi Jenni, membangkitkan hasrat yang dimiliki Joni. melihat Jeni Gadis Cantik dengan rambut Terurai, memiliki warna mata coklat, Senyuman Lesung yang muncul sekali-sekali”.

“ohh Jenni kemana kau Selama ini,” Gumam Joni.

ini pertama kalinya Joni bertemu Jenni, karena baru saat ini Jenni bisa pulang menemui ayahnya setelah memutuskan untuk pulang dari Ibu kota. Joni menyukai Jenni, tapi Joni tak memiliki keberanian untuk mengatakannya. Walau hanya melihat Jenni, itu sudah cukup bagi Joni, memandanginya dalam diam adalah waktu yang selalu di nanti Joni. sampai suatu hari Jenni menghampirinya,

“Mas, bisa antar aku ke pasar,” kata Jenni

Joni gugup mendengar perkataan Jenni, tanpa pikir panjang Jonni menjawab

“iya, Bisa,”

“Oke anterin aku ya,”

Joni dengan sigap melangkah ke mobil pak Imam. Bersiap mengendarai mobil pak Imam, untuk mengantar Jenni kepasar.

dalam perjalanan

Di dalam mobil Joni hanya terdiam sambil mendengarkan suara lagu, dia sudah bertekad akan diam dan diam selama dimobil. Tapi, rencana Joni Gagal, Jenni bukanlah wanita pendiam dan mempunyai tingkat Kepo yang sangat tinggi.

“mas, udah berapa lama disini?,” Tanya Jenni

“Hampir dua tahun nih,” jawab Joni sambil menatap kedepan, tak mau melihat Jenni

“Ooh, lumayan lama yak, eh iya nama aku Jenni . Nama Mas siapa?,”

Mendengar ini, Joni menoleh, memandang wajah Jenni dari dekat dengan gugup dia mengatakan,

” Na..ma ku Joni,”.

Saat itu selama 1 detik, Mereka saling memandang tanpa tau apa yang ada di pikiran mereka berdua. perkenalan ini adalah awal dari kisah mereka berdua.

1 minggu telah berlalu  kedekatan diantara Jenni dan Joni terjalin, Joni dan Jenni remaja seumuran ini mulai berteman, membicarakan kehidupanya masing-masing. Joni yang sangat pendiam, membuat Jenni penasaran dan mulai mengajak Joni bicara saat bertemu. Tentu saja hal ini  tak akan ditolak oleh Joni, melihat kedekatan mereka Pak Imam pun tidak melarang hubungan Jenni dan Joni. Sampai pada suatu hari Jenni mulai membicarakan Joni di depan ayahnya,  Pak Imam yang mendengarkannya pun mulai menceritakan alasan Joni ada di Pondok ini kepada Jenni.

Jenni mengetahui kebenaran Joni, Sifat pendiam Joni, alasan kenapa Joni tinggal di desa ini sendiri dan  Joni yang tak pernah melakukan apapun di desa ini. besok Jenni akan kembali ke ibukota, untuk kembali bekerja. tapi sebelum Jenni pergi, dia ingin bertemu Joni.


Dirumah Jenni

Malam itu Jenni, memanggil Joni untuk kerumahnya dengan alasan akan diadakan makan-makan, karna esok Jenni akan kembali ke ibu kota.

“Jenni.. Jenni.”

“Masuk Jon, ” Teriak suara Pak Imam

Didalam rumah Jenni dan Joni duduk di meja makan di temani oleh Pak Imam, mereka bertiga makan dalam satu meja. suasana ini tak pernah dirasakan Joni, kenangan-Kenangan bersama keluarganya itu datang tiba-tiba, merasuki setiap rongga di tubuh Joni. Joni menangis saat memikirkan ini tapi air matanya tidak terjatuh dari matanya tetapi dari hati Joni.

Setelah makan Jenni dan Joni duduk diteras rumah, terlihat pemandangan bintang bintang di selingi oleh lampu motor yang wara-wiri di depan rumah.

“Jon, aku besok ke Jakarta Lagi,” Kata Jenni

“Ooh, sudah gak libur. iyalah kerja sana, jangan main terus,” ucap Joni. Sesaat keheningan muncul diantara mereka berdua.

“Kamu masih Mau disini? aku udah denger cerita mu dari Abah,” kata-kata jenni menghentikan Keheningan itu

“Jadi udah tau ya, aku mau disini dulu Jen. sampai aku tenang, disini tenang Jen,” jawab Joni

“Sampai Kapan? udah 1 Tahun loh. apa Belum cukup? aku sedih saat tau alasan kamu disini Jon. Tapi aku ingin kamu hadapin kesedihan itu jon. kamu tau aku gak pernah liat ibu ku dari kecil, dia meninggal saat melahirkan ku. dibanding kamu yang punya orang tua, aku merasa iri,” Ucap Jenni.

“Iri ya, Jen. kamu tahu Jen waktu aku sulit hanya mereka yang mampu menerimaku, seburuk apapun itu jika punya keluarga kau akan selalu punya tempat untuk kembali dan berlindung. Mereka berdua penyemangatku Tapi Tuhan mengambilnya tidak satu tapi keduanya. Tiap hari aku memikirkannya, kenapa tuhan melakukan ini pada ku?” Tanya Joni

Jenni terdiam, dia tidak bisa menjawab pertanyaan ini. melihat Joni membuat hati Jenni terluka.

“aku tak tau Jon. Tapi tuhan selalu punya alasan, aku yakin itu. Kau pun disini tidak tanpa alasan. Jon berhentilah hidup seperti ini. Aku mau kau pergi dari tempat ini,” pinta Jenni

“Tidak jen, aku ingin disini saja, “

“Tapi Jon, Kau Harus.” belum sempat menyelesaikan Pembicaraanya, Joni memotong pembicaraan.

“Diam Jen, Kalau mau pergi-pergi saja. jangan urusi hidupku. Aku tau kau kehilangan ibumu, tapi apa kau benar-benar kehilangan. dari awal kau tak tau Ibu mu. kau tak akan mengerti” Ucap Joni

Mendengar ini Jenni hanya terdiam,

 “Maaf jen, dengarkan aku Jen, sebenarnya aku hanya ingin bersedih. Aku tak bisa menerima kenyataan, bagiku kesedihan bukanlah hal buruk dengan bersedih aku bisa berdoa mendoakan orang tuaku, dengan bersedih aku bisa melepaskan tekanan ini dan dengan bersedih seseorang tau arti kebahagiaan. aku tak mencari kebahagian Jen, aku hanya ingin sendiri memeluk Kesedihan ini lagi dan lagi,” Ucap Joni

Jenni menatap Joni, dia melihat seorang lelaki rapuh di Hadapannya. air mata Jenni turun satu-persatu membasahi wajah cantiknya. jenni memegang tangan Joni, air matanya terus jatuh.

“Cukup Joni, jika kau mencari kesedihan tidak apa-apa. tapi seperti kau yang mencari kesedihan, aku juga akan mencarinya karena kesedihanmu adalah kesedihan yang ingin kumiliki, ijinkan aku untuk memilikinya dan menjadi bagian dari itu”.

Mendengar hal ini, Joni memandangi Jenni dia tidak menyangka tuhan mengirimkan Jenni. Sambil memandang Joni berkata :

“Terima Kasih Jen, aku tak tau harus mengatakan apa. Tapi kau tau sekarang aku bahagia,”

Advertisements

2 thoughts on “Kesedihan yang Kumiliki

  1. Ini nih kesedihan yang kumiliki. Mantap kak some

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close