Saingan

Hmm kadang aku berpikir “apa yang aku lakukan disini ?”.

Ya pikirin itu datang ketika aku bingung dalam melakukan sesuatu, apalagi aku ini adalah orang yang gak gampang termotivasi dalam mengejar hal-hal dunia seperti mimpi, keinginan, cita-cita, uang dan pasangan. Kenapa? Karena..

untuk Mimpi?  aku masih belum punya hal yang bisa di bilang mimpi,

untuk Keinginan? aku cuma mau main-main, santai dan kenginan terpenuhi, aku ingin jadi dewa kayanya.

Untuk cita-cita? kayanya ngak ada juga deh, aku malah lebih ke cinta-cinta.

Untuk Uang? kalau uang, ya dapat syukur, gak dapat ya sudah tinggal minta, kasian ya orang tuaku.

Untuk Pasangan? Nunggu Tuhan kasih aja lah, apalagi tuhan maha pengasih. kasihnya sudah cukup bagi ku.

ya mungkin 5 hal itu alasan kenapa aku gak gampang termotivasi kalau untuk mengejar suatu hal yang ada di dunia. makanya aku butuh satu hal, yah itu adalah “Saingan”. Aku lebih termotivasi kalau ada saingan. Kalau ada saingan dalam melakukan suatu hal jiwa aku kaya semangat-semangat gitu, membara berapi-api dan kesal saat tak mampu. Saingan yang aku anggap ini bukanlah orang sembarang butuh seleksi dan kerja keras untuk menemukannya seperti orang yang emang udah ku anggap temen. yah saingan yang kumiliki hanyalah teman-teman yang aku punya,  karna kalau saingan bukan sama temen bisa-bisa aku berubah jadi jahat, keji dan menyedihkan. Aku gak mau hidup seperti itu.

Biasanya kenginginan-keinginan yang aku punya itu meniru-niru keinginan orang yang udah aku anggap saingan. Kalo mereka ngejar itu, yah sama aku juga ngejar itu. kalo mereka melakukan hal-hal luar biasa maka aku pasti akan niru dia juga, kalo dia pintar melakukan suatu hal pasti aku akan belajar buat lakuin itu juga. Itu lah kenapa aku berterima kasih sama orang-orang yang aku anggap saingan karna dia membuat aku lebih termotivasi dalam mengejar suatu hal. Aku sangat termotivasi kalau untuk ngalahin saingan, bersaing sampai menang dan cepet-cepetan sama saingan. Hal itu bisa bikin aku semangat apalagi kalo Cepet-cepetan ngabisin makan, Cepet-cepetan naikin rank main mobile legend, cepet cepetan sampai rumah, waduh bisa buat aku lebih semangat lagi. asal hal itu kearah positive pasti akan menyenangkan kalau ke arah negatif, mending sendiri aja cepet-cepetan karna aku gak mau.

Sainganku itu biasanya orang-orang perkasa dimataku layaknya superhero dan lagenda-lagenda mistic, tapi aku tahu itu semua palsu.  Dibalik saingan yang hebat kaya supermen tidak selamanya dia menjadi supermen, karena seperti aku mereka juga manusia yang terkadang hilang arah. Ketika melihat saingan yang sudah tak bergairah, tak karuan dan hancur berserakan itu membuat aku kadang merasa sedih. Saat aku melihat mereka sudah gak bisa aku jadiin saingan lagi rasanya itu sepi. karena orang-orang yang aku jadiin saingan pastilah orang yang aku anggap lebih hebat, lebih jago dalam suatu hal dan lebih membara dalam menjalani hidup. tidak seperti aku yang lebih sering merasa merana dan berdoa. saat mereka kehilangan 3 hal ini, bagi ku dia bukan saingan lagi dan akan membuat hidup ku tak termotivasi, layu dalam kebingungan dan dimakan kemajuan Zaman. aku gak mau itu terjadi.

Saingan adalah orang yang mengangkat aku sampai tahap ini, menguatkanku saat menghadapi masalah dan memotivasiku dalam melakukan suatu hal. Tanpa saingan hidup itu membosankan dan sedikit tidak karuan, kuharap mereka tetap menjadi orang-orang yang hebat, tetap semangat dan tak tepuruk menghadapi kenyataan yang di bawa oleh sang waktu. Karena aku membutuhkan saingan untuk menjadi hebat di masa depan. Layaknya Naruto yang bersaing dengan Sasuke dalam serial Naruto, Zoro dengan Sanji dalam serial One Piece dan Natsu dan Gray dalam serial Fairy Tail.

“Aku pun mau seperti itu”.

——-

FYI : ini bukan aku yaa.

Jakarta, 12 Desember 2017

Advertisements

11 thoughts on “Saingan

  1. Bukan kamu? Terus siapa dong?hhee
    Kalo saya malah ciut kalo suruh bersaing, lebih termotivasi karena cibir dan cacian. Hhheeee

    Like

  2. Bukan kamu? Terus siapa dong?hhee

    Kalo saya malah ciut kalo suruh bersaing, lebih termotivasi karena cibiran. Hhheeee

    Like

    1. Haha pokok bukan saya aja.

      Waduh kalo cibiran juga bikin saya
      termotivasi tapi tergantung yang cibir sih. 😁

      Like

  3. Wah, asal semangatnya eksternal yah. Aku malah gak peduli. hehe. mau dipuji atau dicibir, yang penting akunya. Egois ya ?

    Like

  4. Bukan “aku”, tapi “saya”. Ha-ha-ha

    Ada baiknya untuk bersaing karena termotivasi melakukan apa yang bisa dia lakukan dan kita juga bisa.
    Namun lebih bagus lagi kalau tentukan track kita sendiri. Lebih plong rasanya karena tidak membebani. Hehe Ini hanya sedikit pendapatku. Maaf kalau tidak berkenan.

    Like

    1. Hahaha sama aja😂

      Iya pengen nentuin track sendiri, cuma sampai saat ini kalo dari diri sendiri belum pernah mikirin track untuk diri sendiri. 😁 lebih ngikutin jejak-jejak orang lain.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close