Bayang-Bayang

Kulihat mereka berdiri disana seperti biasa

Bayang-bayang itu seakan menatapku,

Seakan-akan mereka tau arti dari mataku

Menatapnya seakan tak pernah melihatnya

Tik.. Tik.. Tik..

Suara rintikan terdengar merdu di telinga Roni, sambil duduk ditemani sekotak biskuit kesukaanya Roni melamun dalam pikirannya. Hujan memang seperti itu membawa kenangan dan perjalanan melintas di pikiran kita. Seakan-akan hujan itu datang untuk mengingatkan, tentang arti dari diri kita dan arti dari setiap langkah yang kita ambil.

Roni mahasiswa semester akhir, yang lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. melihat teman-temannya yang sudah bekerja lewat sosial media, sambil tersenyum dan termenung roni menggeser-geser hpnya. selesai melihat media sosial biasanya Roni akan menghubungi temannya dia adalah Anto biasa dipanggil Cerpy.

Cerpy adalah seorang mahasiswa semester 6, dengan ciri rambut klimis di sertai celana jeans ketat. Cerpy telah menjadi Playboy di dalam Kampus berbeda dengan Roni yang memiliki rambut keriting berantakan dan mata yang selalu sayu, Roni tidak menjelma sebagai apapun. walaupun kedua orang ini berbeda umur mereka berdua berteman dengan baik. pagi itu seperti biasa Roni menelpon Cerpy.

“Cerp dimana? kekampus gak,?”.

“Gak, lah ron gua dirumah aja. Lagian ngapain sih kekampus Ron?,”

“Daftar ulang lah Cerp!,”

“Walah lupa-lupa tungguin yak”

“Hadeeuh,”


Kampus

“Waduh Si Cerpy Kemana!,”

Resah Roni saat menunggu Cerpy yang tak kunjung datang, apalagi Roni tidak tau bagaimana cara melakukan pendaftaran ulang dikampus. Entah sudah berapa batang Roni membakar batang-batang rokok tersebut tidak seperti biasanya Cerpy terlambat. Menurut Roni, Cerpy termasuk orang rajin yang kalau masalah daftar-mendaftar semester.

Menunggu dan menunggu membuat Roni terdiam dan termenung, angan-angannya terbang melayang memikirkan dirinya saat pertama kali masuk ke kampus tercinta ini. Saat itu Roni sangatlah rajin menjalani hari-hari kuliahnya sampai dia mengenal rental PS4 yang membuatnya terbuai untuk menghabis-habiskan waktu kehidupannya di masa-masa kuliah. Roni pun memejamkan matanya sambil mengenang hal yang bisa dikenangnya, sampai tiba-tiba Cerpy muncul membuat matanya terbuka

“Hai Ron,”

“Waduh Cerp, dari mana aja.?”

“Tadi dijalan Macet Ron, ayuk kita daftar aja Ron,”

“Et, Buru-buru amat Cerp,”

“Udah, ayuk,”

Mereka berdua berjalan bersampingan pergi menuju tempat pusat administrasi, disana Roni mengambil kartu pendaftaran semester. Roni mulai mengisi lembar tersebut dan menyelesaikan administrasinya dengan bantuan Cerpy. Setelah selesai hati Roni Terasa lega, bagi Roni telah menyelesaikan semua administrasi tersebutlah yang terpenting. Karena, hal ini merupakan suatu tradisi dan persyaratan agar dirinya tetap menjadi mahasiswa abadi.

“Eh Cerp lu gak ngisi,”

“Nanti aja Ron, lu abis ini mau kemana Ron?,”

“Kenapa Cerp emangnya,”?

“Gua mau minta tolong, anterin ron ke jalan opson motor gua ketinggalan disana.”

“Waduh, ada-ada aja motor ditinggal disana,”

“Iya, Maaf Ron,”

Roni melihat Cerpy, wajahnya terlihat pucat mungkin dia sedikit kelelahan, entah ada perasaan aneh semenjak Roni bertemu Cerpy.

“Ayok, sini gua anter,”

Mobil Roni

Didalam perjalanan mereka berdua hanya terdiam dan mendengarkan lagu-lagu galau kesukaaan Roni. Yang menurut Cerpy lagu-lagu galau ini tidak baik bagi Roni karena menurutnya lagu galau hanya melemahkan laki-laki jika berhadapan dengan wanita.

“Cerp lu diem aja gagu lo, hahaha,”

“Gpp Ron, semester depan lu masuk ngak,”

“Pengennya sih masuk cuma gak tau deh, gua bingung sih kalo nanti gua lulus. Paling sama aja Cerp, ujung-ujungnya gabut. mending gua kuliah lah masi bisa main ama lu ngeceng-ngecengin cewe-cewe,”

“Tapi sampai kapan ron? hidup ini bentar banget Ron, jangan disia-siain waktu. Suatu saat kita nanti harus mempertanggung jawabkan hidup ini Ron. Cepetan lu selesaiin kuliah ini biar keluarga lu seneng dan gak perlu lagi gua bantuin lu isi administrasi,”.

“Iya Cerp, gua juga dulu semangat kok kuliah Masuk terus. Tapi cuma gara-gara main game, kuliah gua berantakan di tambah lagi tampang gua yang gak bersahabat,”

“Kenapa emang Ron?,”

“Yah berawal dari situ Cerp, gua ngerasa mereka menjudge gua, seakan -akan mereka tau semuanya. Bilang gua males lah, Bodohlah dan jarang banget yang mau sekelompok gua. Apakah itu hal yang harus banget mereka lakukan? gua pernah denger kok diomongin mereka. Apakah mereka pantas Cerp menjudge seseorang, memang mereka siapa?,”.

“Pokoknya gua gak tahan Cerp, sama cara mereka memperlakukan seseorang,”

Perkataan Roni membuat keheningan diantara mereka berdua, ditambah lagi macet panjang menuju jalan Olson. Sambil ditemani oleh lagu-lagu galau milik Roni. Roni mencoba beberapa kali menghidupkan suasana ini dengan berbicara tak jelas tapi respon Cerpy hanya datar seakan memikirkan sesuatu.

“Udah Mau sampai Cerp,”

“Ya sampai sini aja Ron,”

“”Emang Motor lu dimana Cerp,”

“Ron, Makasih udah nganter dan makasih atas semua pertemanan ini, biarpun dunia selalu menjudge dan kebanyakan memihak kepada mayoritas sebagai acuan kebenaran, jangan pernah menyerah dengan dunia fana ini.”

“Ron aku pergi dulu sampaikan salam ku,”

Roni menoleh ke arah Cerpy, di lihat mukanya semakin pucat dan terlihat air mata di pipi Cerpy. Cerpy menoleh dan cairan merah pun keluar dari kepala Cerpy.

“Cerp, Cerp lu kenapa,”. Teriak Roni kepanikan

Belum sempat melanjutkan perkataannya Cerpy berubah menjadi bayang-bayang kabur dan menghilang. Roni panik minta ampun, mencoba menelpon Cerpy tapi tidak ada yang menjawab panggilan. kepanikan semakin melanda Roni, Dilihatnya dari kejauhan terdapat kerumunan disana. Roni menjalankan mobilnya pelan-pelan. Dalam kondisi kebingungan dilihatnya motor Cerpy di pinggir jalan bersama motor-motor lainya yang berserakan. Di lihat juga tubuh-tubuh tertidur ditutupi dengan koran-koran dan kain kain putih.

Roni menghentikan mobilnya seketika turun mencoba melihat, dan mencari Cerpy yang menghilang dari mobilnya. dia menerobos kerumunan-kerumunan tersebut dilihatnya tubuh seseorang yang ditutupi koran-koran tersebut, dilihatnya juga sepatu Cerpy yang tergeletak. Roni panik, bulu kuduknya berdiri, mukanya tiba-tiba seperti mengeram, dia keluar dari kerumunan itu, masuk kedalam mobilnya. Dilihat kembali kerumunan itu, dia menangis tersedu-sedu dan tak mengerti arti semua ini.

Roni Melihat Bayang-bayang itu berdiri

Mata Roni saling bertatapan dengan bayang-bayang itu

Dia melihat Cerpy yang menunduk

Menangis memalingkan wajahnya dari Roni

Ketakutan Pun melanda, membangkitkan bulu-bulu Roni

Roni pun memalingkan Wajahnya

Seakan-akan Cerpy tak pernah ada.

Jakarta, 22 desember 2017

Advertisements

6 thoughts on “Bayang-Bayang

  1. Tragis buat si Cerpi. Itu si Roni suka maen FIFA 2018 nggak? Custom aja sama saya kak.

    Liked by 1 person

      1. Marksman itu game apa yah kak. Saya nggak tau

        Like

      2. Yang kalo main banyak yang omong “gua mm,” “mm 1 aja,” dan “mm noob,”

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close