ANTO : Bab I Racun

“Aku membicarakan dunia imajinasi, dunia khayalan yang melebihi dunia mimpi, melintasi setiap dimensi realita dan kenyataan yang ada, dunia yang membawa kita masuk lebih dalam dan lebih tersembunyi, sebuah dunia imajinasi.”

Kata-kata itu muncul di kepalanya, dia mencoba menjelaskan seperti apa dunia imajinasi. Mencari beberapa kata yang cocok, membuat kata-kata itu berputar di kepalanya. Dia harus memilih salah satu atau beberapa dari kata-kata tersebut. Usai memilih, dia mengeluarkan kata-kata pilihannya dalam secarik kertas Putih, dengan bangga dia menyatakan “Kata-kata ini bisa dimengerti.”.

**

Sebagai mahasiswa semester akhir, Anto di tinggal teman-teman kampusnya. Secara berkelompok mereka pergi meninggalkan kampus. pergi dengan bekal seadanya, ijazah seadanya, pikiran seadanya dan kemampuan seadanya. Teman-temannya pergi mencari uang. Meski ditinggal sendiri, Anto tidak merasa kesepian, malah Anto menjelma menjadi seorang pemikir dan pencari di lingkungannya.

Dia mencari sesuatu yang ada dalam dunianya, entah apa yang bisa dia cari mungkin seorang wanita. ya, seperti kata temannya “Satu wanita mengubah sepuluh pria”. Dia tidak paham maksud dari perkataan itu tapi semua berubah saat dia jatuh cinta. Wanita bernama Windy telah mengubah kehidupannnya, menjadikan kehidupan anto lebih berwarna.

Semua terasa bahagia saat bersama Windy, seakan-akan tuhan telah memberikan suatu berkah, anugrah dan karunia, hal ini cukup membuatnya menjadi orang yang beruntung. Jika Anto mengingat beberapa tahun yang lalu, semua tak pernah sebahagia ini, semua terasa sendu. Anto merupakan korban perceraian atau bisa dibilang seseorang yang mengalami Broken Home.

Perpisahan kedua orang tuanya terjadi saat musim kemarau. membuat anto bersikap layaknya anak kecil. dia lebih suka merengek di pagi hari, menangis di siang hari dan bernyanyi di malam hari. Sebagai anak tunggal di keluarganya, Anto melalui kesedihan perpisahan itu sendiri. Sampai akhirnya dia mencoba memahami arti dari perpisahan dan semakin dibuat tak mengerti

Anto berpikir “Kenapa orang tuanya memutuskan untuk bersama, menjalani kasih sayang dan cinta. lalu setelah puas bercinta, Orangtuanya mengambil keputusan untuk tidak lagi menjalin kasih dan cinta. Kedua orangtuanya secara bersama-sama berpikir untuk memadu kebencian dan kehancuran. Anto terlahir sebagai saksi dari keduanya. mendengarkan segala cacian, makian dan suara hancurnya barang-barang, karena tanpa sadar kedua orangtuanya memaksa Anto menilai mereka dengan baik, harus ada kebijakan yang tepat dalam diri Anto, karena setelah kedua orangtuanya memadu kebencian, kedua orangtua Anto akan memaksanya memilih dengan satu pertanyaan “pilih ayah atau mama?”

Anto kecil tidak mengerti kenapa dirinya harus menjadi juri saat itu. Dia tidak mengerti apakah dia dilahirkan untuk membuat sebuah keputusan. Semua terasa membosankan dan mengesalkan saat itu, Anto lebih memilih untuk pergi menjauh dari kedua orang tuanya, dan memilih dirinya sendiri adalah pilihan terbaik saat itu. Hari-hari setelah perceraian terasa tidak terlalu menyenangkan. Hari-hari terasa hampa dan mati, dan tak lama hari-hari telah mati.

Hari hari yang mati itu berubah saat ia mengenal Windy, seorang gadis cantik dan manis. Windy mempunyai tinggi semampai dan wajah angkuh yang membuat lelaki segan mendekatinya. Dengan wajah angkuh dan cantiknya, Windy telah menetapkan standart dan harga yang tinggi untuk memiliki keindahannya.

Anto sangat tertarik saat pertama melihat Windy, saat itu Anto sedang memasuki ruangan kuliah untuk permulaan semester baru. Dia tak menyangka, tepat saat dia masuk. Dia melihat Seorang gadis membaca buku, mengibaskan rambutnya kekanan dan menatapnya dengan angkuh, ini membuat Anto bersemangat. Dia mengenal gadis itu, namanya Windy, seorang pekerja sex terrnama dan berstatus mahasiswa tingkat satu.

Anto telah mengenal Windy sebelumnya. Saat itu Anto sedang bermain ke tempat pelacuran, berjalan berkelililing memilih tempat mana yang paling baik. Lalu seorang wanita tua datang kepadanya sambil membawa album foto. Wanita tua itu menampilkan foto gadis berwajah angkuh, dengan tenang wanita tua itu berkata “kelinci hitam sangat menggoda”.

Melihat foto gadis angkuh di dalam album, membuat Anto memutuskan untuk berkenalan dengan Windy, dan dia melakukannya diawal semester baru. Anto mencoba memulainya dengan manis dan sedikit kurang ajar. Semua terjadi ketika pelajaran berakhir, melihat Windy yang merapikan buku pelajarannya, Anto langsung mendekati Windy dengan tersenyum. Dia memulainya dengan kurang ajar, karena tanpa basa basi, Anto menempelkan mulutnya di kuping Windy dengan pelan Anto berbisik “aku memesan wanita kelinci dengan baju hitam tipis yang menggoda,”.

Mendengar hal ini membuat Windy terkejut dan terdiam, pikirannya terbiasa tenang menghadapi lelaki kurang ajar. Windy sadar akan lingkungannya saat ini, berada di sebuah kampus ternama, tempat sakral yang bisa membuat derajat dan status seseorang berbeda dengan yang lain. Tempat yang bisa mengubah nasib, pekerjaan, pola pikir, rezeki dan masih banyak lagi. Kampus bukan sebuah tempat yang cocok untuk membicarakan pekerjaan kotor yang di nilai buruk di masyarakat.

Setelah Anto membisikan kata tersebut, Windy menegur Anto dengan matanya, Anto hampir gila saat melihat kedua mata itu. Dengan jelas dia melihat Windy memasang wajah marah dan malu, seakan-akan Windy sedang jatuh cinta. Cukup lama memandang, tanpa sadar Windy menarik tangan Anto, mereka berdua berjalan begandengan, ketempat yang lebih sepi di sekitar kampus.

“Wanita Kelinci?” Tanya Windy dengan nada sedikit kesal.

” Ya, aku memesannya dengan pakaian hitam yang menggoda,”

“Berapa lama,?”.

“Selamanya, mungkin sampai aku mati” kata Anto.

Windy terdiam mendengar perkataan Anto, pikirannya memikirkan setiap kemungkinan dari laki-laki yang mengetahui rahasianya “akh, sungguh sial,”. Windy memikirkan kemungkinan yang paling buruk yaitu membungkam mulut Anto dengan keramahan diatas ranjang. Windy telah berusaha sebisa mungkin merahasiakan pekerjaannya di kampus. Tapi kini seorang lelaki mengetahuinya. Windy mencoba memikirkan hal-hal yang bisa menenangkan keadaan dan pikirannya, sekali lagi dia tak mau berakhir dengan ancaman diatas ranjang.

Ketika Malam datang, Windy kembali ketempat pelacuran, menunggu lelaki hidung belang menjemputnya. Tetapi setelah sampai, Anto telah duduk bersama wanita tua. Dengan tenang Anto berkata “aku telah membelimu, dan itu untuk selamanya”. Windy terdiam membisu dan wanita tua itu berkata “Seorang lelaki kaya dan pelacur pribadi”

Sejak malam itu, Windy dan Anto selalu berdua. mereka terkunci dalam satu kamar, menghabiskan setiap malam bersama. Sebagai pelacur kelas atas yang dibayar selamanya, Windy harus menemani Anto setiap malam. Jika suatu malam Anto tidak datang, maka wanita tua akan menyuruh Windy pulang kerumahnya. “Dia telah dibayar selamanya.” Kata wanita tua bangga.

Lambat laun uang yang dikeluarkan untuk membayar Windy, mulai memberikan hasilnya. Kini keduanya mulai menjalin hubungan dengan baik, mereka berbicara bersama, minum bersama, menonton bersama dan tertidur bersama, semua dilakukan didalam satu kamar, mereka seperti tahanan sependeritaan. Tak lama mereka berdua merasa bahwa mereka bersaudara.

Saat pertama bersama, Windy tidak begitu menyukai Anto. Perkenalan pertamanga cukup membuat Windt membenci lelaki seperti Anto. Tetapi sang waktu telah mengubah perasaan Windy, kebersamaan mereka selama 3 minggu telah mengubah pandanganya. Kini sedikit demi sedikit dia mulai menyukai Anto. Apalagi saat ia mengingat kata-kata anto saat pertama kali membelinya, dengan tenang Anto mengatakan “Temani aku, tetapi kita tak bersetubuh”, Itu Ucapan aneh untuk pelacur sekelas Windy.

Semakin lama mereka bersama, semakin dekat hubungan keduanya. Benar perkataan orang “Cinta datang karna terbiasa”. Setelah tiga minggu berlalu, Windy semakin mengharapkan kedatangan Anto, kepulangan Anto bahkan jam-jam Anto mengajak dirinya berbicara. Windy akhirnya menyadari Anto adalah pria baik-baik seperti malaikat ditengah-tengah pelacur.

Windy, seorang gadis yatim-piatu, menjual tubuhnya untuk menambah pundi-pundi uang di dompet dan Anto, seorang remaja yang memilih tinggal sendiri setelah perceraian kedua orang tuanya. Mereka berdua memulai hubungan dengan baik, terkadang mereka menceritakan sejarah kisah kelam yang mereka alami. Cerita yang mereka sampaikan adalah harga untuk kedekatan yang mereka miliki.

Pembongkaran rahasia itu di mulai dari Windy, ia menceritakan bagaimana dirinya kehilangan keperawanannya. Windy masih ingat, saat itu ia berumur 16 tahun, seorang lelaki tua, hitam dan berkumis datang menghampiri dan membawanya. Malam itu Windy terkunci bersama lelaki tua, dia membuka bajunya satu-persatu, menjatuhkan pertahanannya. kini buah dada Windy terlihat indah, selangkangannya masih ditutup oleh kedua tangan dan wajahnya merah seakan bertelanjang didepan umum. Melihat pemandang tersebut, membuat lelaki tua tersebut menjulurkan lidahnya, tangan kirinya tetap sibuk menghitung uang sedangkan tangan kanannya secepat kilat membuka celana dan memasang senjatanya.

Tanpa basa-basi dan peringatan, Lelaki tua itu menerkam Windy, meremas kedua dadanya dan mennyetubuhinya lebih lanjut. Lelaki tua itu bercinta dengan ganas, sangat ganas sampai Windy menangis dan kesakitan. Sungguh tragis kejadian malam itu, Windy menjadi wanita dewasa tepat diumurnya yang ke-16, dewasa sebelum berumur 17 tahun. Setelah pagi datang, dia masih mengingat tawa lelaki tua yang mendewasakannya. malam itu merupakan malam terburuk yang pernah Windy lewati, lebih buruk dari kematian kedua orang tuanya.

Semua tertanam jelas dalam ingatan, dan beberapa hari setelahnya Windy membenci orang-orang yang tertawa. Bahkan dia sempat berharap kantong tawa benar-benar ada dan terbatas, jika kantong tawa benar-benar ada seseorang akan bijak dalam tertawa.

Mendengar cerita Windy yang tak terdengar sedih, membuat Anto menceritakan kehidupan masa kecilnya. Anto kecil harus mendengar alunan dan suara dari mulut kedua orang tuanya. Anto menyasikannya dengan jelas sejak dirinya berumur 7 tahun. Setiap penyesalan dan kemarahan yang dilampiaskan kedua orangtuanya telah mempengaruhi kejiwaannya. Anto menjelaskan pertengkaran keduanya seperti drama penjajahan antara jepang dan belanda. baginya tidak ada hal baik dari keduanya, mereka berdua adalah penjajah yang datang untuk kehancuran. Anto menceritakan dengan lirih, sambil berkata “aku masih mengingatnya suara-suara dan pertengkaran orang tuaku, mereka terus teralun dan bernada dalam pikiranku.”

Cerita itu menjadi modal kedekatan dan keakraban mereka berdua. Setelah dua bulan terkunci di dalam kamar, mereka mulai meninggalkan kamar yang menguncinya. Mereka pergi menghabiskan waktunya untuk berkeliling kota, menonton bioskop atau sekedar duduk di warung kopi. Pertemanan telah terjalin dan terajut dengan rapi, di tambah dengan sifat Anto yang tak pernah mencolek tubuh Windy. Hal ini membuat Windy menyukai Anto dari beberapa sisi, dari setiap lelaki yang mengenal, hanya anto yang memperlakukannya seperti ini. “Seorang malaikat telah turun di tengah-tengah pelacur.” Pikir Windy.

“Di surga nanti kita bisa bercinta dengan malaikat,”. Seseorang mengatakan hal tersebut saat Windy berumur 15 tahun. Mengingat perkataan tersebut membuat Windy menawarkan dirinya dan mengajak Anto untuk menginap dirumahnya. Windy berpikir bahwa Anto berhak mendapatkan keramahan dan kebaikan diatas Ranjang apalagi dia ingin sekali bercinta dengan malaikat.

Setiap kali Windy menawarkan Keramahan dan kebaikan tersebut, Anto selalu menolak. Mengatakan dengan tegas bahwa dirinya dan Windy terikat suatu chemistry. Anto tidak ingin semua berakhir dengan cinta semalam, Setidaknya semua berakhir dengan pertengkaran dan kehancuran.

Bahkan Anto sempat marah saat Windy terus menerus merayu dan mengajaknya untuk mencapai keramahan diatas ranjang. Anto mengatakan bahwa dia tidak mengenal Windy hanya untuk menidurinya apalagi mendapatkan cinta diatas ranjang. Ini semakin mengkukuhkan pendapat Windy bahwa Anto adalah malaikat di tengah-tengah pelacur.

Penolakan membuat Windy semakin jatuh hati terhadap Anto. Windy mulai memberikan kode-kode dan bahasa tubuhnya, dan diselesaikan dengan pengungkapkan Cinta kepada Anto. Perasaan cintanya disambut dengan perasaan terbuka oleh Anto, benih-benih cinta telah bersemi saat itu. Kebahagian mereka bertambah, panggilan mereka berubah dan kasih sayang mereka semakin kuat. Selama satu bulan berpacaran mereka telah melekat dalam beberapa hal, tapi mereka belum pernah bersatu secara utuh.

Setelah satu bulan kemesraan yang terjalin , Windy merasakan keanehan, Anto selalu meminum sebutir obat dan mengurung diri dikamar pada hari dan jam-jam tertentu. Windy menanam kecurugiannya, ada sesuatu yang masih disembunyikan dan tidak boleh ada rahasia diantara mereka. Diam-diam Windy mulai menghafalkan waktu-waktu Anto menyendiri, dan pergi meminum obatnya. Tepat pukul 06:00 pagi, merupakan waktu Anto meminum obat.

Awalnya Windy mengira Anto terkena penyakit, dia mulai berpikir bahwa Anto mungkin telah divonis mati oleh seorang dokter. Merasa ketakutan akan kehilangan cintanya, membuat Windy tidak berani bertanya bahkan mencoba menyinggung tentang obat-obatan yang dikonsumsi Anto.

Sampai akhirnya rasa penasaran Windy memuncak. Tanpa berpikir, Windy langsung mengambil obat tersebut dan membawanya untuk diperiksa di apotik. Selama 3 jam menunggu, akhirnya pihak apotik memberikan secarik kertas kepada Windy. Kertas itu tercentang beberapa hal, yang bila diartikan “Obat ini berbahaya membuat yang memakannya menjadi tenang dan berimajinasi.” Windy membawa secarik kertas itu, meminta penjelasan kepada Anto.

Terkejut, melihat apa yang tercentang, Anto mencoba menjelaskan obat-obatan yang dikonsumsinya . Dengan tenang Anto mengatakan, dia mengkonsumsi obat-obatan itu karena masih mengingat dan mendengarkan percakapan kedua orangtuanya. Anto meminum obat yang dapat menenangkan jiwanya, membuat dia pandai mengkhayal dan berimajinasi.

“ini adalah sebuah kebohongan. kamu harus berhenti. ini adalah pembodohan terburuk yang pernah aku tau,” kata Windy “dan ini adalah pembodohan terburuk yang pernah aku alami.”

Anto terdiam mencoba menjelaskan sekali lagi dengan baik dan tenang.

“Obat ini membuatku menjadi pahlawan. Kau Tak perlu khawatir, aku bisa membeli obat ini seumur hidup.” Kata anto

Alasan yang di keluarkan anto tidak berguna. Windy tidak lagi memikirkan uang, keselamatan Anto dan rasa cintanya menjadi prioritas utama. Setiap hari Windy terus menyuruh Anto berhenti mengkonsumsi obat itu lagi dan lagi. Sampai akhirnya, Windy mengambil obat tersebut, membuang obat itu kebawah dan menginjaknya sampai hancur ini dilakukan di depan anto. Windy tidak lagi peduli bahwa Anto telah membayarnya bahkan membayar untuk selamanya. Bagi anto ini adalah pemberontakan seorang pelacur.

“Berhenti mengkonsumsi obat itu, berhenti menjadi malaikat palsu” Kata Windy

Anto terdiam, tidak mendengar perkataan Windy. Merasa gelisah, memikirkan obat obatan yang hancur dan rata dengan tanah. Obat itu bagaikan obat mujarab yang dibeli dengan uang pemberian orangtua. Menurut Anto, Windy tidak paham betapa berartinya obat itu dan rasa candu yang dihasilkan setelah menelannya. Anto merasa terhina atas perlakukan Windy. Anto melihat Windy sekali lagi, seakan-akan tak percaya obat-obatannya telah menghilang.

Anto mencoba pergi meningalkan Windy. Tetapi tangan Windy telah memegang Anto dan tanpa sadar bibir Windy bersentuhan dengan bibir Anto. Pengalamannya bertahun tahun mencium lelaki, membuat Windy menjadi ahli. Windy mulai menggerayai sekujur tubuh Anto sambil berbisik Windy mengatakan “Jika butuh ketenangan, aku bisa memberikannya,”.

Windy memaksa Anto pergi, memaksanya merasakan keramahan di atas ranjang. Ditariknya tangan Anto sambil mencoba melepaskan baju yang melekat di tubuh Anto. dalam keadaan ling-lung dipenuhi nafsu, Anto menuruti keinginan Windy.

Malam itu adalah malam menghilangnya keperjakaan. Rasa ketenangannya berubah haluan, bukan dari obat yang memberikan dia imajinasi, tapi sebuah sentuhan alami dan suara desahan dari kedua remaja. Mereka bercumbu, mendesah dan akhirnya menyatu seutuhnya, perasaan yang mereka rasakan tidak akan bisa dimengerti seorang perjaka.

Malam itu semua berubah, Windy terlihat lebih cantik dan dewasa dari sebelumnya. Anto merasakan candu baru yang tak kalah hebat dari obat-obatannya, tetapi candu ini tidak akan menghilangkan candu yang ditawarkan dari imajinasi. Anto telah memikirkan, bahwa esok dia akan membeli obat itu lagi. Dan Beberapa hari berlalu setelah kejadian itu, kini Anto mulai menjauhi Windy.

Anto masih mengingat alasannya memilih Windy, saat itu hari terlihat cerah setelahnya anto mengkonsumsi obat imajinasi. Anto memejamkan matanya, pergi menuju dunia Imajinasi. Saat itu, Anto menjadi ksatria yang dihormati dan dihargai penduduk kerajaan. Sebagai seorang ksatria yang dihormati, banyak gadis yang mendekati Anto. Tetapi meski dikerubungi oleh banyak gadis, Anto hanya tertarik dengan gadis yang duduk dan menatapnya dari kejauhan. Gadis dengan rambut berkepang dan berwarna hitam.

Gadis cantik tersebut duduk, menghisap rokok dan melirik Anto dengan tajam. Bahkan Anto dan gadis itu sempat saling bertatapan dan ini membuat kedua terdiam. Anto mulai mencari tahu asal-usul wanita tersebut dan akhirnya dia mengetahui bahwa wanita tersebut adalah pelacur nomor satu kerajaan.

Setelah mengetahuinya, Anto selalu datang kerumah pelacur, dia mencari rumah pelacur nomor satu kerajaan. Tidak butuh lama dia melihat wanita tersebut, menatapnya tajam seperti pertama kali mereka berjumpa. Anto melemparkan uangnya dan menggendong wanita tersebut, Malam itu Anto tertidur dengan pelacur bernama Eli.

Eli berusia 29 tahun, wajahnya kelatin-latinan, memliki tubuh proposional dengan Rambut hitam yang dikepang. Anto menidurinya, Entah uang dari mana tapi Anto selalu meniduri Eli semenjak dia berkunjung kerumah pelacuran. Bahkan dia membuat peraturan, bahwa tidak ada yang bisa meniduri Eli kecuali Anto, ksatria terhormat kerajaan.

Anto selalu puas bercinta dengan Eli, bahkan dia terkadang berteriak dan mencium sekujur tubuh Eli. Dalam dunia imajinasi dia bercinta dengan Eli sebanyak 8 kali, waktu berjalan cukup lama di dunia imajinasi.

Anto terus terpuaskan bahkan timbul sedikit rasa cinta kepada wanita bernama Eli. Hingga akhirnya Anto bertanya kepada Eli

“Apa kau mau menjadi istri ku?”

“Selama kau membayar, aku tak akan protes”

“baik, aku bayar, selamanya.”

Akhirnya Anto dan Eli menikah, hidup bersama di atap yang sama. Setiap hari, layaknya suami isti mereka saling mencumbu. Dan saat terakhir Anto meniduri Eli, Anto berkata dalam hati “aku akan mencarinya seorang pelacur yang kucintai, membayar selamanya.” Tak lama, Anto bertemu dengan Windy seorang pelacur yang dia cintai. Tetapi kesalahan telah dibuatnya, dia tak pernah berpikir “Cinta bisa membutakan materi, bahkan semuanya.”

Cinta adalah racun, begitulah yang dirasakan Anto setidaknya saat ini. Tidak heran beberapa orang meninggal karna cinta, bahkan mereka mati meminum racun. Selama berhari-hari menghilang dari pandangan Windy, Anto menghabiskan hari-harinya dikamar, melihat media sosial, meminum minuman keras, merokok dan menelpon sahabatnya untuk bercerita. Anto melakukan segala cara untuk melupakan cinta dan menghilang ditelan cinta. “Racun tetaplah racun” kata Anto bergumam

Satu bulan berlalu Anto masih menahan setiap kerinduan dan rasa sakit dalam dada. Malam datang bersama badai cinta, membuatnya meringkuk dan berdoa hampir setiap malam. Sampai akhirnya di malam yang ke 43, Anto memutuskan untuk berobat, malam itu Dokter mennyimpulkan bahwa Anto harus menjaga kesehatan, terlebih paru-paru dan jantungnya. Mendengar ini Anto bertanya kepada dokter tersebut.

“Apa aku harus menjaga hati?”

“paru-paru.kau terlalu banyak merokok.” jawab dokter

“Tidak, cintalah yang terlalu banyak”

Mendengar penjelasan dokter, Anto mulai mengurangi rokoknya begitu juga cintanya. Anto memutuskan untuk menghilang dari Windy selamanya. Setelah merasa sedikit sehat Anto pergi, dia pergi sangat jauh meningalkan kekasihnya. Tetapi Anto bukan lelaki kejam yang pergi tanpa peninggalan, dia meninggalkan sebuah jejak, sebuah surat yang dituliskan untuk Windy.

***

Teruntuk Windy

Aku akan pergi, tepat setelah kau menerima surat ini, aku akan berada diujung lain, ditepi dunia ini. Aku tau dan sangat yakin kau akan mencariku, orang yang kau anggap malaikat di tengah pelacuran. Tapi satu hal yang harus kau tau bahkan jika aku malaikat aku tetap mencari pelacur sepertimu.

Windy, aku akan pergi dan rasanya tak mungkin untuk kembali seperti dulu. Aku adalah orang sakit dan masih membutuhkan obat yang kau ratakan dengan kakimu. Aku tak bisa hidup denganmu bila kau terus melarang. Bahkan aku yakin seorang malaikat pun mempunyai rahasia, apalagi malaikat yang kau anggap itu adalah aku. Windy selayaknya malaikat ditengah-tengah pelacur, aku akan tetap mengirimkanmu uang. Kau tak perlu khawatir untuk kembali kedalam dunia pelacuran. Seperti yang pernah kukatakan “aku membayarmu selamanya.”

Windy, jika ada yang ku khawatirkan, mungkin itu adalah cintaku kepadamu atau mungkin cinta mu kepadaku. Entah siapa yang mencintai siapa, tapi kita meminum racun itu bersama-sama. Aku berharap racun tersebut tidak terlalu mematikan, dan tidak cukup kuat membunuh kita berdua. saat ini aku sedang mencari penangkal dari racun tersebut tetapi bahkan dokter tak tau yang kurasakan. Dia menyalahkan rokok dan aku menyalahkan cinta.

Windy, kau harus mengerti, keadaan saat ini membuatku tak bisa bersamamu. Ada beberapa hal yang di sebut pelarian dan aku sedang berlari bersama obat yang kau injak dengan kakimu. Aku sakit hati saat melihat kau menginjaknya, kupikir aku telah membayar mu tetapi aku tak pernah membayar cinta. Kau menginjak obat tersebut tanpa peduli, bahwa aku telah membayarmu. Kau telah melakukan Pemberontakan sebagai seorang pelacur.

Windy, aku bangga akan pemberontakan mu, kau layak menjadi seorang wonder women di kalangan wanita atau setidaknya di kalangan pelacur. Yang pasti aku bangga akan pemberontakan. Windy surat ini akan kuakhiri dan mungkin untuk beberapa saat kita tak akan bertemu Tetapi Kuharap semua akan baik-baik saja dan kuharap racun-racun itu tidak akan membunuh kita. Aku yakin kau tak akan terbunuh. karna tidak mudah membunuh seorang pemberontak dengan racun.

Terakhir, jaga dirimu baik-baik. Windy.

Depok, 21 juni 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close