BAB I Robert : Perkenalan

Aku duduk di bangku goyang milik ayah, mencoba meresapi ketenangan malam yang menghantam batinku. Mataku melihat satu-satunya cahaya yang menyinari kegelapan, kupingku mendengar suara keheningan yang meresap dalam pikirannku, dan hatiku selalu memendam sebuah harapan yang aku kejar sampai saat ini. Ya, Aku masih menyimpan harapan itu, tidak pernah mudah membuang perasaaanku terhadap suara, nada, dan musik yang bersenandung di sekitarku. Aku mencintainya, sekeras apapun aku bekerja dan berusaha melupakan harapan ini, semua akan percuma. Kau tau harapan ini telah meresap di sekujur tubuhku, mereka mengelantung tepat dipundakku.

Seperti beban hidup, impianku kini berada dipundakku. tapi jangan mengira bahwa setiap yang menggantung dipundakku adalah beban kehidupan, biar kuingatkan “ini adalah mimpi yang aku kejar sejak lama, sudah sangat lama.”. Aku akan mengatakan kepada kalian”Memiliki mimpi bukanlah sesuatu yang mudah.”. Tapi aku tidak pernah menyesal memilikinya setidaknya aku mempunyai satu mimpi, dan belum tentu kalian memilikinya. “Maaf, maaf, aku tidak mencoba menjadi orang yang meremehkan kalian, aku minta maaf jika aku menilai kalian tidak mempunyai mimpi.” Mari kita lupakan perkataanku sebelumnya, karna percuma jika kalian membenciku yang sedang bercerita. Sebaiknya kita lanjutkan cerita ini dengan saling mengenal satu sama lain, jabat tanganku dan perkenalkan namaku adalah Robert, aku ingin menjadi seorang penyanyi, berada diatas panggung dengan jutaan orang yang memujaku. Aku ingin menjadi superstar kelas 1 yang dipuji dan dipuja setiap orang.

Aku selalu percaya jika aku berusaha dan terus berusaha suatu saat nanti keinginanku akan terwujud. Rasa percaya diri untuk menjadi superstar telah melekat di pikirkanku. Bahkan beberapa orang terheran-heran dari mana kepercayaan diriku berasal. Setiap mereka bertanya, Aku akan berkata “Jika aku tak percaya, bagaimana kalian akan percaya.”. Sebuah kepercayaan selalu membangkitkanku untuk mengejar mimpi-mimpi ini. Jika ada satuhal yang aku benci dari sebuah  kepercayaan adalah kenyataan jika  kepercayaan akan memudar sedikit demi sedikit, semakin kau mempercayai maka semakin banyak kepercayaan itu akan hilang. Kalian tau setelah kepercayaan itu memudar, aku selalu memiliki kecurigaan yang meresap dikepalaku. Aku mengetahui semuanya dengan baik, setidaknya aku percaya bahwa aku lebih bernilai dibanding mereka.

Nilai, mungkin terdengar remeh di telinga kalian atau mungkin kalian berpikiran hal yang berbeda saat mendengarnya. Tetapi biar ku jelaskan bahwa aku menilai setiap orang, hampir setiap orang yang kulihat, bahkan aku menilai mereka yang tidak mengenalku. aku tidak memerlukan banyak data dan fakta dalam melakukan penilaian kepada seseorang. cukup dengan satu perbincangan hangat sambil melihat gerak-geriknya, aku bisa memahami nilai mereka dengan baik dan benar. Ya, benar aku selalu memandang mereka sebelah mata.

Menilai bukan hobiku tetapi menilai seseorang telah menjadi pekerjaan pribadi yang sering kulakukan. Orang tualah yang mengajarkanku untuk menilai setiap orang. semua bermula saat aku menyadari bahwa orang tuaku selalu menilai dengan berbagai macam penilaian, mulai dari kemampuan, kelucuan, keluguan, dan kepintaran. Mereka telah menilaiku dan membenarkannya jika aku tidak sesuai dengan standart yang telah mereka tetapkan. Bahkan sejak masuk sekolah, aku selalu tau bahwa mereka menilaiku dari sebuah buku berwarna merah.

Tepat dibulan Juni dan Desember, Aku melihat seorang guru memberikan buka penilaian kepada orangtuaku. Mereka memberikannya setelah melakukan obrolan panjang yang tak pernah aku mengerti, tetapi aku tak pernah khawatir bahkan aku selalu bangga akan hasil yang tertulis didalam buku merah tersebut. Tidak seperti anak-anak lainnya, aku selalu terpaku akan nilai-nilai tinggi yang bisa aku dapatkan. aku memang berbeda dengan anak-anak kecil yang senang berlari, bermain dan bernyanyi dengan suka cita. aku benar-benar berbeda dengan mereka, aku adalah anak yang istimewa, aku mampu memberikan kepuasan untuk kedua orangtuaku.

Aku sangat merasakan keistemawaan yang aku miliki, bahkan aku beranggapan bahwa tuhan menciptakanku agar setiap orang bisa mendengar dan bernyanyi bersamaku. Aku tidak akan heran jika suatu saat nanti orang-orang akan menyembah dan memujaku secara berlebihan. Tenang, aku bukanlah seorang berhala, mereka hanya menjadikanku sebuah idola, panutan dan sebuah tokoh yang ingin mereka puja. Mereka akan mendengar setiap suara yang terlantun dari mulutku, mereka akan terhanyut dan terbawa suasana. Suara ku benar benar indah, kalian pasti akan menyukai suaraku.

Bernyanyi dan bersenandung adalah kegiatan yang aku senangi. Suaraku benar-benar indah, bahkan aku beranggapan bahwa mungkin aku terlahir untuk menghibur jiwa-jiwa mati yang kalian miliki. Ya, aku sudah mengatakannya tapi aku ingin kalian percaya bahwa aku benar-benar terlahir untuk kalian. Sepak terjangku untuk menjadi penyanyi tidaklah mudah, aku akan menjelaskannya secara detail, bagaimana aku mempertahankan setiap harga diri dan keserderhanaan yang aku miliki. Semua akan ku jelaskan nanti karna saat ini ada sesuatu yang mengganguku.

Aku merasa tergangangu akan sebuah pertanyaan yang berputar dikepalaku dan ditujukan untuk kalian. baiklah, jika kau tidak keberatan aku akan menanyakannya langsung. “Apa kalian benar-benar tidak mempunyainya?”. Satu impian sudah cukup untuk menghilangkan kegundahanku dan melanjutkan cerita ini. Aku sangat kasian jika kalian tidak mempunyainya atau kalian hanya mengatakan hal itu sebagai niatan terpendam yang kalian simpan sejak ka… Ohh sudahlah, akan menyedihkan bagiku jika benar kalian tidak mempunyainya, pasti itu sangat menyedihkan. Tapi tenang saja, jangan terlalu bersedih,  seperi kata ibuku “Jalani saja semuanya, satu-persatu karna kelak kita pun akan mati,”

Aku selalu mengingat perkataan-perkataan yang diucapkannya. Bahkan Aku pernah menerapkan maksud dari perkataan yang disampaikanya dengan penuh ketulusan. aku menganut ajaran ibu tepat saat aku terbentur kerasnya sebuah kenyataan. saat itu Aku akan mengikuti kata-kata ibu dengan sabar, sambil terus percaya bahwa kesabaran akan membuahkan hasil yang setimpal. Semua akan ku jalani dengan sabar dan tabah, sambil berharap dan berdoa jika suatu saat nanti  ada seseorang yang datang dan mengajakku bernyanyi diatas panggung, aku akan menyanyikan sebuah lagu yang merdu dan luar biasa. Menyanyikan sebuah lagu tentang harapan.

Aku pernah mendengar sebuah lagu penuh harapan, kepercayaan dan keputuasaan sekalian. sungguh hebat bagiku saat menemukan lagu-lagu yang bisa menyatukan beberapa perasaan, jika kuingat dalam lagu tersebut ada sebuah lirik yang mengartikan bahwa sang penyanyi selalu percaya, jika suatu saat nanti dirinya akan terbang tinggi dan mencapai ketinggian langit. Sungguh, aku benar –benar merinding saat mendengarnya, lagu ini membuatku berpikir jika kalian semua adalah makhluk melata yang menempel dengan tanah. Saat mendengarkan lagu tersebut, aku benar-benar berharap jika penyanyi itu akan terbang dan menyentuh ketinggian langit, aku bisa membayangkan, saat penyanyi itu berada di ketinggian. Dia akan melihat kebawah dan menemukan kalian yang melata dan berhiruk pikuk dengan dunia. Penyanyi itu memandang kalian dari atas awan, diatas ketinggian yang dia dambakan, saat itu dia melihat kalian begitu kecil dan tak berdaya, seperti melihat ulat-ulat pikirnya. Semakin aku mendengarnya maka semakin aku terhanyut akan nada dan lirik yang penyanyi itu sampaikan, bahkan aku sempat berpikir untuk terlahir menjadi seekor burung, jika aku menjadi seekor burung, aku  akan terbang bebas diatas langit, membentangkan sayapku hingga ke ujung dunia.

Aku memang ingin menjadi Burung-Burung yang terbang dengan bebas, tetapi aku tidak pernah bersungguh-sungguh menjadi seekor Burung. aku menyadari Tuhan memang tidak memberikan kita sayap, tetapi Tuhan telah memberikan anugrah yang lebih besar. Tuhan memberikan kita pikiran, satu-satunya makhluk melata yang bisa berpikir. Memang kuakui tidak semuanya bisa berpikir dengan baik, itu semua karena beberapa orang tidak mendapatkan pikiranya dengan sempurna dan beberapa lainya tidak ingin menggunakan pikirannya. Aku selalu percaya bahwa tuhan memberikan pikiran dengan maksud tertentu. Tuhan  memberikan kita kebebasan dalam menggunakannya dan meminta pertanggungjawaban atas kebebasan yang kita miliki. bagiku Tuhan terlalu baik dan mungkin itulah alasan, kenapa aku berdoa di umurku yang menyentuh 50 tahun.

Aku selalu berdoa di setiap kesempatan, aku mempunyai sisi rohani yang tinggi. kalian harus percaya karna aku benar-benar memilikinya. Aku percaya bahwa tuhan selalu bersamaku, menemaniku dan membimbingku. Bahkan jika aku melakukan dosa, semua terjadi karena aku telah melupakan tuhan untuk sesaat. Terlepas dari penilaianku mengenai dosa dan pahala, baik dan jahat, beriman dan tak beriman. Aku tidak pernah mempermasalahkan nilai-nilai ini secara menyeluruh. Aku terlalu sibuk mengejar penilaian dunia, memenuhi standart untuk memuaskan kalian.

Aku pernah mendengar seseorang berkata ” Tidak baik bertindak melewati batas, kita harus hidup dengan penuh rasa syukur,”. Saat mendengarnya, aku merenung untuk beberapa waktu, itu semua karena aku telah melewati beberapa batas yang telah aku tetapkan. Ini membuatku mengerti bahwa kita sudah terjerat oleh aturan-aturan agar memiliki kehidupan yang normal. Kalian tau, Sejak aku menyadari bahwa aku istimewa, aku tak pernah percaya bahwa aku akan memiliki kehidupan normal seperti kalian, Aku selalu tau bahwa tuhan akan mengujiku saat aku mencapai titik normal. Saat-saat kehidupanku berjalan dengan lancar, aku selalu curiga suatu hal akan terjadi dan setiap aku merasakan kehampaan, aku yakin sesuatu yang hebat akan datang untuk menerjang dan menghantamku. aku selalu bisa membaca apa yang akan terjadi selanjutnya tetapi bersiap meneriman ketentuan tuhan adalah sesuatu yang berbeda.

Aku adalah orang yang  memiliki kecurigaan yang tinggi, kalian tau hampir semua orang yang memiliki mimpi akan melakukan hal-hal diluar batas. Mereka menjadi tidak normal, setidaknya seperti itu aku melihatnya. Maaf saat ini, Aku tidak akan berbicara panjang lebar tentang mimpi, karna bagiku berbicara tentang mimpi tidak begitu menyenangkan. Bermimpi membuatku mengerti bahwa tidak hanya ada kebahagian, hasrat dan kesenangan, disana juga ada kesedihan, pengorbanan dan kehancuran yang melekat. Aku telah berkorban banyak hanya untuk menjadi penyanyi, terhanyut akan setiap kilau yang diberikan oleh sebuah mimpi.

Menjadi seorang penyanyi dan superstar, impian yang tinggi. Tapi apa kalian pernah berpikir tentang seberapa banyak pengorbananku untuk mencapai mimpi tersebut. sebagai seorang penyanyi, aku selalu terobsesi untuk berdiri diatas panggung, membawakan sebuah lagu penuh emosi dan menguncang setiap penonton. Aku selalu berharap. saat aku membawakan lagu sedih, orang-orang akan merasakan kesedihan dan keputusasaan. Saat aku menyanyikan lagu bahagia, aku berharap orang-orang akan merasa bahagia dan bersyukur atas apa yang terjadi dan saat aku membawakan lagu-lagu penuh arti, aku berharap beberapa orang akan merenung dan memikirkan setiap lirik didalamnya. Begitu menyenangkan jika aku bisa bernyanyi seperti itu.

Biar kukatakan, bernyanyi bukan hal yang mudah. Kalian harus tau bahwa aku dituntut memiliki kemampuan menguasai panggung dan penonton. Mengenal setiap jenis suara dan bersosialisasi dengan para penggemar yang memujaku. Menjadi penyanyi tidaklah mudah, banyak hal yang bisa aku ceritakan jika aku harus mengurai masalah-masalah yang kualami untuk menjadi seorang super star. Bayangkan betapa bahagianya jika kalian bisa melihatku di layar televisi, semua jelas akan berbeda, kalian tidak perlu membayangkanku lewat tulisan.

Sebelum aku melanjutkan cerita ini, izikan aku untuk bertanya sekali lagi, “Apa kalian sedang berpikir tentang mimpi yang kalian miliki?” Jangan bilang bahwa kalian benar-benar tidak mempunyainya. Aku merasa sia-sia jika bercerita pada kalian yang tidak mempunyai mimpi. Coba kalian pikirkan sekali lagi sebelum membaca lebih lanjut, pasti ada mimpi dan keingingan yang melekat dalam diri kalian. Ayo jangan malu ungkapkan saja, aku akan mendengarkannya baik baik. Katakan saja?

…. Hening, jadi kalian memilih diam. Ya aku sudah tau kalian akan diam. Karna aku pun menyukai keheningan dan kesunyian terlebih ada pepatah yang mengatakan “Diam adalah Emas.”. Diam tidak terlalu buruk dimataku, setidaknya aku tidak bisa membaca mereka yang terdiam, bahkan jika aku membacanya, aku tidak akan yakin bila aku benar-benar mengerti kebenarannya. Sejak aku menyadari bahwa dengan terdiam dan menganguk menghasilkan keuntungan. Aku mencoba beberapa kali terdiam dan menyembunyikan keistemawaanku. Aku menjadikan ini sebagai jurus ampuh saat berhadapan dengan berbagai orang. Dengan menjadi pendiam di beberapa kesempatan, aku sadar bahwa tidak perlu menunjukan keistemawaanku di depan orang-orang.

Keistemawaan ini bisa aku sembunyikan dengan bersifat pendiam. Aku menyadari, tidak perlu menjadi juara 1 di beberapa kesempatan, menjadi juara 1 di antara mereka yang tidak bisa bernyanyi, hanya akan menjatuhkan nilaiku. Bukankah sudah kukatakan suaraku hanya untuk kalian yang mendengarkannya. Jadi coba dengarkan suaraku seperti aku mendengarkan suara-suara kalian yang terkadang membekas di kepalaku. Mendengar bukanlah hal buruk bahkan seorang mativator mengatakan “Ide datang kepada mereka yang mendengar bukan mereka yang berbicara,”. Maaf aku lupa jika kalian benci dinasehati, tapi kalian tau, kata-kata itu semakin menginspirasiku untuk menjadi sosok yang pendiam. Aku benar-benar memanfaatkan sifat pendiam dengan baik, tapi tetap saja di beberapa kesempatan aku akan bersuara. Biar kukatakan kembali, aku ingin menjadi penyanyi, menghasilkan suara yang memecahkan keheningan dan kesunyian.

Kurasa cukup untuk saat ini, kalian pasti bosan dengan kata-kata yang menyatakan bahwa aku ingin menjadi penyanyi tapi sungguh aku ingin menjadi penyanyi saat ini. Bahkan jika tidak bisa bernyanyi diatas panggung aku akan bernyanyi diatas kursi goyang ini. Saat aku duduk di kursi goyang dan harapan yang menggantung di pundakku semakin berat, aku akan bernyanyi dengan lirih, mencoba melepaskan harapan itu satu persatu. Aku selalu bernyanyi ketika malam datang dan aku selalu bersenandung untuk gelapnya malam. Sudahlah biarkan aku meresap sampai disini, aku akan melanjutkan tulisanku nanti setelah aku puas bernyanyi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close